Feeds:
Posts
Comments

Executive Summary Kuliah-2

 

 

 

BUSINESS ETHICS & GOOD GOVERNANCE

Concepts and Theories of Business Ethics

 

 

 

 

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah “Business Ethics & Good Governance”

 

Dosen Pengampu:

Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA

 

 

 

 

Oleh:

 

Yudiansyah (55118110217)

 

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN

UNIVERSITAS MERCU BUANA

2019

 

 

 

Jawaban Forum 02:

Selamat pagi Pak Prof. Hafzi,

Di perusahaan tempat saya bekerja di PT. Cheetham Garam Indonesia, pedoman berperilaku, etika dan hukum tercantum dalam beberapa pedoman yang terdiri dari:

  1. Kode etik (Code of Conduct)
  2. Kebijakan Anti Penyuapan dan Anti Korupsi (Anti Bribery  Anti Corruption Policy)
  3. Kebijakan Penunjukan Perwakilan Pihak Ketiga

Pedoman ini disosialisasikan melalui training ke semua karyawan, dan dilakukan refresh training setiap tahun untuk mengingatkan kembali agar selalu dalam koridor yang telah ditentukan. Di samping itu setiap tahun perusahaan diaudit eksternal mengenai pelaksanaan kode etik, kebijakan anti penyuapan dan anti korupsi, dan kebijakan penunjukkan perwakilan pihak ke tiga. Sehingga implementasi kode etik dan corporate governance tetap terkendali demi menunjang kinerja perusahaan.

 

 

 

 

 

 

 

Jawaban Quiz 02:

 

The Meaning of Ethics

Merurut Kamus Bahasa Indonesia, Etika adalah :

  1. Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk,
  2. Tentang hak dan kewajiban moral (akhlak),
  3. Nilai mengenai benar dan salah yang dianut oleh suatu golongan atau masyarkat umum.

 

Dalam tinjauan filsafat, etika sebagai ilmu yang menyelidiki mana yang baik dan mana yang buruk sebagai pedoman sikap dan  tingkah laku manusia sejauh berkaitan dengan norma-norma. Jadi Etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun pada suatu masyarakat. Etika berkaitan dengan nilai-nilai, tatacara hidup yg baik, aturan hidup yg baik dan segala kebiasaan yg dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang yang lain atau dari satu generasi ke generasi yg lain.

 

Secara lebih luas, arti dari etika bisa bermakna aneka ragam sebagai berikut:

 

  1. Teori Hak.

Dalam pemikiran moral dewasa ini teori hak adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku.

  1. Teori Keutamaan

Memandang sikap atau akhlak seseorang. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil,  atau jujur,  atau murah hati dan sebagainya.

Contoh keutamaan :

  1. Kebijaksanaan ;
  2. Keadilan ;
  3. Suka bekerja keras ;
  4. Hidup yang baik

 

Keutamaan dalam Pebisnis :

  • Kejujuran,
  • Fairness (keadilan),
  • Kepercayaan dan
  • Keuletan

 

Keutamaan (Manajer dan Karyawan) :

  • Keramahan,
  • Loyalitas,
  • Kehormatan dan
  • Rasa malu.

 

  1. Universalisme

Universal berarti umum, sesuatu dapat dinilai baik bila dapat memberikan kebaikan kepada banyak orang. Berfikir secara universal, berarti memikirkan kepentingan umum, dimana diri sendiri sebagai individu tidak terdapat didalamnya.

 

  1. Intuisionisme

Intuisi bisa diartikan sebagai ilham, bisikan kalbu. Paham ini berpendapat bahwa penilaian atas baik-buruk, susila dan tidak susila itu dapat diketahui dengan cara intuisi yg merupakan  suatu pertimbangan rasa yg timbul dari bisikan kalbu/semacam ilham. Dari segi ilmiah, cara ini sulit dapat dijabarkan, sebab sifatnya seperti spekulatif.

 

  1. Hedonenisme

Hedone berasal dari bahasa Yunani yang artinya kesenangan. Prinsip aliran ini menganggap bahwa sesuatu dianggap baik, sesuai dg kesenangan yang didatangkannya. Sesuatu yg hanya mendatangkan kesusahan, penderitaan atau tdk menyenangkan, dg sendirinya dinilai tidak baik. Penganut aliran ini dengan sendirinya menganggap atau menjadikan kesenangan sebagai tujuan hidupnya

 

Code of Ethics

Kode artinya tanda2/simbol2 yang berupa kata, tulisan atau benda yang disepakati untuk maksud tertentu, misalnya untuk suatu keputusan atau  kesepakatan organisasi. Kode juga dapat  berarti  kumpulan  peraturan  yang sistematis.

 

Kode etik adalah norma  atau  azas  yang  diterima  oleh  suatu  kelompok  tertentu  sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja (organisasi). Kode etik bisa dilihat sebagai produk dari etika terapan, pemikiran  etis  atas  suatu  wilayah  tertentu sesuai dengan profesinya. Akan tetapi kode etik tidak menggantikan pemikiran etis, tapi sebaliknya selalu  didampingi  refleksi etis.

 

Agar kode etik  dapat berfungsi dengan  semestinya,  salah satu  syarat  mutlak  adalah  bahwa  kode  etik  itu  dibuat  oleh  profesi  sendiri. Kode  etik  tidak akan efektif kalau di drop begitu saja dari atas yaitu instansi pemerintah atau instansi-instansi lain;  karena  tidak  akan  dijiwai  oleh  cita-cita  dan  nilai-nilai  yang  hidup  dalam  kalangan profesi itu sendiri. Agar dapat berfungsi dengan baik, kode etik harus menjadi hasil SELF REGULATION (pengaturan diri) dari profesi.

 

Jadi secara umm kode etik merupakan standard etika yang dibuat oleh manusia atau  perusahaan dalam upayanya agar dapat membuat suatu pengambilan keputusan yang etis bagi diri sendiri atau perusahaan agar diperoleh hasil maksimal bagi diri pribadi dalam melakukan fungsi2 nya didalam menjalankan tugasnya maupun perusahaan dalam hubungannya dengan lingkungan.

 

Kode etik harus menyangkut standar yang mendukung :

  1. Sikap jujur dan etis ,termasuk penanganan secara etis terhadap adanya konflik keperntingan aktual antara pribadi dan profesional.
  2. Pengungkapan laporan periodik yg lengkap ,adil, akurat, tepat waktu, dan dpt dimengerti, yg hrs dibuat perusahaan.
  3. Kepatuhan terhadap peraturan dan ketepatan pemerintah yang berlaku.

 

Introduction: Making the case for Business Ethics

Etika bisnis sangat berperan dalam membangun budaya baik secara individu, perusahaan ataupun organisasi. Untuk membangun kultur bisnis yang sehat, idealnya dimulai dari perumusan etika yang akan digunakan sebagai norma perilaku sebelum aturan (hukum) perilaku dibuat dan laksanakan, atau aturan (norma) etika tersebut diwujudkan dalam bentuk aturan hukum. Sebagai kontrol terhadap individu pelaku dalam bisnis yaitu melalui penerapan kebiasaan atau budaya moral atas pemahaman dan penghayatan nilai-nilai dalam prinsip moral sebagai inti kekuatan suatu perusahaan dengan mengutamakan kejujuran, bertanggung jawab, disiplin, berperilaku tanpa diskriminasi. Etika bisnis hanya bisa berperan dalam suatu komunitas moral, tidak merupakan komitmen individual saja, tetapi tercantum dalam suatu kerangka sosial.

 

Beberapa prinsip etika bisnis adalah sebagai berikut:

  1. Prinsip Otonomi, yaitu kemampuan untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan keselarasan tentang apa yang baik untuk dilakukan dan bertanggung jawab secara moral atas keputusan yang diambil.
  2. Prinsip Kejujuran, dalam hal ini kejujurn adalah merupakan kunci keberhasilan suatu bisnis, kejujuran dalam pelaksanaan kontrol terhadap konsumen, dalam hubungan kerja, dan sebagainya.
  3. Prinsip Keadilan, bahwa setiap orang dalam berbisnis diperlakukan sesuai dengan haknya masing-masing dan tidak ada yang boleh dirugikan.
  4. Prinsip Saling Menguntungkan , juga dalam bisnis yang kompetitif.
  5. Prinsip Integritas Moral, ini merupakan dasar dalam berbisnis, harus menjaga nama baik perusahaan tetap dipercaya dan merupakan perusahaan terbaik.

 

Terkadang muncul dilema dalam implementasi etika bisnis, beberapa dilema tersebut adalah :

  1. Konflik Kepentingan, situasi dimana keputusan yang diambil terpengaruh oleh kepentingan/keuntungan pribadi (kasus suap pada beberapa skandal kredit macet).
  2. Kejujuran & Integritas, mengemukakan fakta yang sebenarnya dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip etika didalam semua keputusan bisnis.
  3. Loyalitas vs. Kebenaran, pelaku bisnis mengharapkan para karyawannya untuk loyal sekaligus “benar”.
  4. Whistleblowing, pengungkapan karyawan kepada publik, pemerintah maupun media atas praktek-praktek yang sifatnya melanggar etika, ilegal, atau amoral didalam perusahaan/ organisasinya.

 

Business Ethics as Ethical Decision Making

Pengambilan keputusan (desicion making) adalah melakukan penilaian dan menjatuhkan pilihan. Keputusan ini diambil setelah melalui beberapa perhitungan dan pertimbangan alternatif. Sebelum pilihan dijatuhkan, ada beberapa tahap yang mungkin akan dilalui oleh pembuat keputusan. Tahapan tersebut bisa saja meliputi identifikasi masalah utama, menyusn alternatif yang akan dipilih dan sampai pada pengambilan keputusan yang terbaik.

 

Secara umum, pengertian pengambilan keputusan telah dikemukakan oleh banyak ahli, diantaranya adalah :

  1. R. Terry, mengemukakan bahwa pengambilan keputusan adalah sebagai pemilihan yang didasarkan kriteria tertentu atas dua atau lebih alternatif yang mungkin.
  2. Claude S. Goerge, Jr, mengatakan proses pengambilan keputusan itu dikerjakan oleh kebanyakan manajer berupa suatu kesadaran, kegiatan pemikiran yang termasuk pertimbangan, penilaian dan pemilihan diantara sejumlah alternatif.
  3. Horold dan Cyril O’Donnell, mereka mengatakan bahwa pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara alternatif mengenai suatu cara bertindak yaitu inti dari perencanaan, suatu rencana tidak dapat dikatakan tidak ada jika tidak ada keputusan, suatu sumber yang dapat dipercaya, petunjuk atau reputasi yang telah dibuat.
  4. Siagian, pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan sistematis terhadap suatu masalah, pengumpulan fakta dan data, penelitian yang matang atas alternatif dan tindakan.

 

Adapun tahapan dalam pengambilan keputusan sebagai berikut:

  1. Menganalisis masalah, mengenali masalah dari  perbedaan hasil aktual dengan hasil yang diharapkan, definisikan apa masalahnya.
  2. Membuat asumsi, secara struktural terletak di dalam / di luar tanggung jawab ?, secara personal bersedia menerima resiko/tidak?, Tersedia sumber daya atau tidak?, masalahnya urgen/tidak?
  3. Membuat alternatif pemecahan masalah, membuat beberapa alternatif pemecahan masalah yang bersifat layak, efektif dan efisien.
  4. Mengevaluasi alternative, mengumpulkan data untuk mengevaluasi setiap alternatif, menolak/menerima alternatif dari sudut kelayakan, efektifitas dan efisiensi setiap alternative.
  5. Memilih dan menerapkan alternative, pilih alternatif yang paling layak, efektif, dan efisien. Lebih baik menerapkan alternatif yang kurang layak daripada di luar kemampuan, lebih baik menerapkan alternatif yang kurang efektif daripada tidak bertindak dan lebih baik menerapkan alternatif yang  mahal daripada murah tak bermutu
  6. Mengevaluasi hasil, selesai, jika  sesuai harapan. Ulangi, jika belum sesuai.

 

Setelah kita mengetahui tahapan pengambilan keputusan, selama implementasi pengambilan keputusan terdapat beberapa pendekatan yang perlu diketahui. Pengambilan keputusan semata-mata bukan karena kepentingan pribadi dari seorang si pengambil keputusannnya.

 

Beberapa hal kriteria dalam pengambilan keputusan yang etis diantaranya adalah:

  • Pendekatan bermanfaat (utilitarian approach), yang dudukung oleh filsafat abad kesembilan belas ,pendekatan bermanfaat itu sendiri adalah konsep tentang etika bahwa prilaku moral menghasilkan kebaikan terbesar bagi jumlah terbesar.
  • Pendekatan individualisme adalah konsep tentang etika bahwa suatu tindakan dianggap pantas ketika tindakan tersebut mengusung kepentingan terbaik jangka panjang seorang indivudu.
  • Konsep tentang etika bahwa keputusan yang dengan sangat baik menjaga hak-hak yang harus dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan.
  • hak persetujuan bebas. Individu akan diperlakukan hanya jika individu tersebut secara sadar dan tidak terpaksa setuju untuk diperlakukan.
  • hak atas privasi. Individu dapat memilih untuk melakukan apa yang ia inginkan di luar pekerjaanya.
  • hak kebebasan hati nurani. Individu dapat menahan diri dari memberikan perintah yang melanggar moral dan norma agamanya.
  • hak untuk bebas berpendapat. Individu dapat secara benar mengkritik etika atau legalitas tindakan yang dilakukan orang lain.
  • hak atas proses hak. Individu berhak untuk berbicara tanpa berat sebelah dan berhak atas perlakuan yang adil.
  • hak atas hidup dan keamanan. Individu berhak untuk hidup tanpa bahaya dan ancaman terhadap kesehatan dan keamananya.

 

Untuk membuat lebih sederhana, pengambilan keputusan bisa juga dibuat dalam bentuk pohon keputusan. Manfaat utama dari penggunaan pohon keputusan adalah kemampuannya untuk membreak down proses pengambilan keputusan yang kompleks menjadi lebih simpel sehingga pengambil keputusan akan lebih menginterpretasikan solusi dari permasalahan.

 

Business Ethics as Personal Integrity and Social Responsibility

Aspek lain dari perilaku etis yang layak disebutkan adalah fakta bahwa keadaan sosial juga memiliki pengaruh atas perilaku. Seorang individu mungkin telah hati-hati berpikir situasi dan memutuskan apa yang benar dan dapat termotivasi untuk bertindak sesuai norma, tapi konteks sosial perusahaan atau sekitar individu dapat menciptakan hambatan serius untuk melakukannya. Sebagai individu, kita perlu justru menemukan perubahan bahwa lingkungan sosial kita akan sangat memengaruhi berbagai pilihan yang terbuka untuk kita dan dapat secara signifikan memengaruhi perilaku kita. Jika tidak orang baik bisa, dalam keadaan yang salah, melakukan hal-hal buruk dan kurang termotivasi etis,dalam situasi yang tepat, melakukan hal yang benar.

 

Para pemimpin bisnis kedepan memiliki tanggung jawab untuk lingkungan bisnis, apa yang akan kita kemudian sebut sebagai budaya perusahaan, untuk mendorong atau mencegah perilaku etis. Kepemimpinan bisnis yang etis adalah keterampilan untuk membuat keadaan di mana orang-orang baik  mampu berbuat baik, dan orang jahat yang dicegah dari melakukan perbuatan buruk.

 

Ethics and the Law

Kaedah-kaedah pokok dari etika profesi dibidang hukum (Kieser:1986):

  • Profesi di bidang hukum harus dihayati sebagai suatu pelayanan tanpa pamrih (dis intrestedness) yaitu pertimbangan yang diambil adalah kepentingan klien dan kepentingan umum.
  • Bukan kepentingan pribadi dari pengemban profesi, jika hal ini diabaikan maka pelaksanaan profesi akan mengarah kepada kemanfaatan yang menjurus kepada penyalahgunaan profesi sehingga akhirnya merugikan kliennya.
  • Pelayanan profesi dengan mendahulukan kepentingan klien, yang mengacu pada kepentingan atau nilai-nilai luhur sebagai manusia yang membatasi sikap dan tindakan.
  • Pengemban profesi harus berorientasi pada masyarakat secara keseluruhan.
  • Pengemban profesi harus mengembangkan semangat solidaritas sesama rekan seprofesi.

 

Peraturan etika lainnya meliputi :

  • Tindakan yang Bisa Didiskreditkan
    • Retensi dari catatan klien.
    • Diskriminasi dan gangguan dalam praktek karyawan.
    • Standar atas audit pemerintah dan persyaratan badan dan agensi pemerintah.
    • Kelalaian dalam persiapan laporan atau catatan keuangan.
    • Kegagalan mengikuti persyaratan dari badan pemerintah, komisi atau agen regulasi lainnya.
    • Permohonan atau pengungkapan dan jawaban ujian akuntan public.
    • Kegagalan memasukkan pajak penghasilan atau pembayaran kewajiban pajak.
  • Periklanan dan Permohonan.
  • Komisi dan Fee Penyerahan.
  • Bentuk dan Nama Organisasi.

 

Peraturan Etika Lainnya :

  • Integritas dan Obyektivitas
  • Standar Teknis
  • Kerahasiaan
    • Kebutuhan atas Kerahasiaan
    • Pengecualian atas Kerahasiaan
      • Kewajiban yang berhubungan dengan standar teknis
      • Panggilan Pengadilan
      • Peer Review
      • Respon kepada Divisi Etika
    • Fee Kontinjen

 

Ethics as Practical Reason

Dalam bagian sebelumnya, etika digambarkan sebagai praktis dan normatif, yang berkaitan dengan tindakan kita, pilihan, keputusan dan penalaran tentang bagaimana kita harus bertindak. Dalam hal ini, menjelaskan etika sebagai bagian dari alasan praktis, penalaran tentang apa yang harus kita lakukan, dan membedakannya dari alasan teoritis, yaitu penalaran tentang apa yang harus kita percaya. Keputusan etis adalah pemahaman etika sebagai bagian dari alasan praktis. Alasan teoritis adalah mengejar kebenaran, yang merupakan standar tertinggi untuk apa yang harus kita percaya.

 

Menurut tradisi ini, ilmu pengetahuan adalah wasit besar kebenaran. Ilmu memberikan metode dan prosedur untuk menentukan apa yang benar. Dengan demikian, metode ilmiah dapat dianggap sebagai jawaban atas pertanyaan-pertanyaan fundamental.

 

Selama ribuan tahun berpikir tentang pertanyaan mendasar tentang bagaimana manusia harus hidup, filsuf telah dikembangkan dan kembali didefinisikan berbagai pendekatan untuk pertanyaan-pertanyaan ini.

 

Teori etika menjelaskan dan mempertahankan berbagai norma, standar, nilai-nilai, dan prinsip-prinsip yang kontribusinya  untuk pengambilan keputusan etis bertanggung jawab. Teori etika yang menggunakan metodologi, untuk membantu memutuskan apa yang harus dilakukan.

 

Ethics as measurement of Behavior

Etika berfungsi mengatur tingkah laku individu dan kelompok untuk memberikan panduan bagi manusia agar berperilaku sesuai dengan nilai-nilai moralitas, dan sebagai refleksi pemikiran moral tentang apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan yang dapat dijalankan pada taraf populer maupun ilmiah.

 

Bisnis merupakan aktifitas yang dilakukan manusia untuk mendapatkan keuntungan melalui kegiatan produktif yang dijalankan melalui organisasi formal atau informal, yang termasuk kegiatan sosial dengan berbagai aspek yang melingkupinya seperti aspek ekonomi, hukum dan moral.

 

Etika bisnis merupakan suatu standar moral yang diimplementasikan pada institusi, teknologi, transaksi, aktivitas, dan usaha-usaha yang ada pada organisasi bisnis. Perilaku etis merupakan pedoman dari kebijakan-kebijakan tertulis, standar-standar tidak tertulis, dan teladan dari pemimpin yang didasarkan pada  domain hukum, domain etika dan domain pilihan bebas.

 

 

Daftar Pustaka

Ali, Hapzi. 2018. Business Ethics and Good Governance: Principles of Personal Ethics dan Principles of Professional Ethics. Universitas Mercu Buana. Jakarta

Yusuf, Adie E. 2015. https://teknologikinerja.wordpress.com/2015/11/19/landasan-etika-dan-moral/             (19 November 2015).

Advertisements

Executive Summary Kuliah-1

 

 

BUSINESS ETHICS & GOOD GOVERNANCE

Principles of Personal Ethics dan Principles of Professional Ethics

 

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah “Business Ethics & Good Governance”

 

Dosen Pengampu:

Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA

 

 

 

 

 

 

Oleh:

Yudiansyah (55118110217)

 

 

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN

UNIVERSITAS MERCU BUANA

2019

 

 

 

 

 

 

Personal Ethics and Business Ethics

 

Etika berasal dari kata “Ethos” yang artinya sebagai perasaan bathin atau kecenderungan seseorang untuk berbuat kebaikan. Ethos bisa juga berarti menyangkut hubungan seseorang dengan khaliknya (hubungan vertical) (Ali, Hapzi, 2018).

 

Menurut Kamus Bahasa Indonesia, etika adalah :

  1. Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk,
  2. Tentang hak dan kewajiban moral (akhlak)
  3. Nilai mengenai benar dan salah yang dianut oleh suatu golongan atau masyarakat umum.

 

Secara peninjauan filsafat dinyatakan bahwa etika sebagai ilmu yang menyelidiki mana yang baik dan mana yang buruk sebagai pedoman sikap dan tingkah laku manusia sejauh berkaitan dengan norma-norma. Jadi etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun pada suatu masyarakat. Etika berkaitan dengan nilai-nilai, tatacara hidup yang baik, aturan hidup yang baik dan segala kebiasaan yang dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang yang lain atau dari satu generasi ke generasi yang lain.

 

Etika juga dibagi menjadi 2 yaitu etika umum dan etika khusus. Etika khusus dibagi lagi menjadi etika individu dan etika sosial. Etika individu ini secara umum disebut juga sebagai personal ethics yaitu etika berkaitan dengan kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri, misalnya :

  1. Memelihara kesehatan dan kesucian lahiriah dan batiniah,
  2. Memelihara kerapihan diri, kamar, tempat tinggal, dan lainnya,
  3. Berlaku tenang,
  4. Meningkatkan ilmu pengetahuan,
  5. Membina kedisiplinan dan lainnya.

 

Business Ethics atau etika bisnis adalah suatu cabang dari filosofi yang berkaitan dengan kebaikan (rightness) atau moralitas (kesusilaan) dari pelaku manusia. Etika yang dimaksud adalah aturan-aturan yang tidak dapat dilanggar.

 

Dalam penerapannya etika bisnis menjadi sebagai pedoman cara berperilaku di perusahaan yang meliputi :

  1. Tugas apa saja yang harus dilakukan
  2. Tanggung jawab sebagai apa
  3. Bagaimana harus berperilaku terhadap orang lain
  4. Pelaporan kecurangan, perlaku yang tidak jujur atau perilaku yang tidak pada tempatnya
  5. Kecurangan, korupsi atau transaksi tidak wajar
  6. Pertentangan kepentingan atau tugas
  7. Yang harus dilakukan jika timbul pertentangan
  8. Bolehkan menerima uang, hadiah atau jamuan
  9. Menggunakan aset perusahaan
  10. Melakukan pekerjaan lain, menggunakan informasi
  11. Informasi palsu atau menyesatkan
  12. Memberikan tanggapan di muka umum
  13. Catatan dan laporan pembukuan
  14. Undang-undang dan peraturan lain
  15. Jika keluar dari perusahaan
  16. Pelanggaran atas etika bisnis.

 

Etika bisnis perlu dimiliki oleh setiap individu dan perusahaan dan sangat bermanfaat dalam menyelesaikan masalah-masalah bisnis. Etika bisnis berpengaruh papda perusahaan melalui proses dimana, proses disini berarti ada awal dan ada akhir dari suatu upaya untuk mencapai tujuan tertentu dan bisnis di sini diartikan sebagai upaya untuk memperoleh nilai tambah tertentu atas serangkaian input yang digunakan atau dirancang.

 

 

Morality and Law

 

Moral merupakan pengetahuan yang menyangkut budi pekerti manusia yang beradab . Moral juga berarti ajaran yang baik dan buruk perbuatan atau kelakuan (akhlak). Moralisasi berarti uraian (pandangan, ajaran) tentang perbuatan dan kelakukan yang baik, demoralisasi berarti kerusakan moral. Pengertian moral dibedakan dengan dengan pengertian kelaziman, meskipun dalam praktek kehidupan sehari-hari kedua pengertian itu tidak jelas batas-batasnya. Kelaziman adalah kebiasaan yang baik tanpa pikiran panjang dianggap baik, layak, sopan santun, tata karma, dan sebagainya. Jadi kelaziman itu merupakan norma-norma yang diikuti tanpa berpikir panjang dianggap baik, yang berdasarkan kebiasaan atau tradisi.

 

Moral juga dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

  1. Moral murni, yaitu moral yang terdapat pada setiap manusia, sebagai suatu pengejawantahan dari pancaran Ilahi. Moral murni disebut juga hati nurani.
  2. Moral terapan, adalah moral yang didapat dari ajaran berbagai ajaran filosofis, agama, adat yang menguasai pemutaran manusia.

 

Sedangkan hukum (kebiasaan, sopan santun) berhubungan dengan manusia sebagai makhluk sosial. Antara hukum dan moral terdapat perbedaan dalam hal tujuan dan isi sebagai berikut :

  1. Perbedaan dalam hal tujuan:
  2. Tujuan moral adalah menyempurnakan manusia sebagai individu
  3. Tujuan hukum adalah ketertiban masyarakat
  4. Perdaan dalam hal isi :
  5. Moral bertujuan penyempurnaan manusia berisi atau memberi peraturan-peraturan yang bersifat batiniah (ditujukan kepada sikap lahir)
  6. Hukum memberi peraturan-peraturan bagi perilaku lahiriah.

 

 

Etiquette and Professional Law

 

Kaedah-kaedah pokok dari etika profesi di bidang Hukum (Kieser: 1986)

  1. Profesi di bidang hukum harus dihayati sebagai suatu pelayanan tanpa pamrih (dis intrestedness) yaitu pertimbangan yang diambil adalah kepentingan klien dan kepentingan umum.
  2. Bukan kepentingan pribadi dari pengembang profesi, jika hal ini diabaikan maka pelaksanaan profesi akan mengarah kepada kemanfaatan yang menjurus kepada penyalahgunaan profesi sehingga akhirnya merugikan kliennya.
  3. Pelayanan profesi dengan mendahulukan klien, yang mengacu pada kepentingan atau nilai-nilai luhur sebagai manusia yang membatasi sikap dan tindakan.
  4. Pengemban profesi harus berorientasi pada masyarakat secara keseluruhan.
  5. Pengemban profesi harus mengembangkan semangat solidaritas sesame rekan seprofesi.

 

 

Management and Ethics

 

Etika adalah satu set kepercayaan, standar, atau pemikiran yang mengisi suatu individu, kelompok atau masyarakat. Etika juga diartika sebagai system dari prinsip-prinsip moral atau aturan untuk bertindak. Etika menangkut perilaku, perbuatan dan sikap manusia terhadap peristiwa penting dalam hidupnya. Isu etika hadir dalam sebuah situasi ketika tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau sebuah organisasi dapat menimbulkan manfaat atau kerugian bagi yang lain.

 

Etika dalam organisasi atau etika manajemen perhatiannya meliputi tiga hal yaitu :

  1. Hubungan organisasi atau perusahaan dengan karyawan,
  2. Hubungan karyawan dengan organisasi,
  3. Hubungan organisasi dengan pihak luar.

 

 

Daftar Pustaka

 

Ali, Hapzi. 2018. Business Ethics and Good Governance: Principles of Personal Ethics dan Principles of Professional Ethics. Universitas Mercu Buana. Jakarta

Imung. 2012. http://imungblog.blogspot.com/2012/10/pengertian-etika-dan-moral.html              (Oktober 2012).

Ivani, Catur, Reza, Sonia, Vivi, 2016. http://officialvap.blogspot.com/2016/06/etika-dalam-manajemen.html, (28 Juni 2016)

Maharani, Nurhayati, 2010. https://ranisakura.wordpress.com/2010/06/01/etika-terbagi-atas-dua,         (1 Juni 2010)

Mertokusumo, Sudiknno, 2013. http://sudiknoartikel.blogspot.com/2013/04/moral-dan-hukum.html, (4 April 2013, jam 09.08)

Jenis-jenis Riba

Terima kasih anda telah mengunjungi blog ini, kunjungilah koleksi tas Louis Vuitton, silahkan klik www.galerilv.wordpress.com.

 

 

Untuk melihat koleksi batik, silahkan klik www.batikjawabarat.com. Atau klik slidepresentasi untuk mendalami informasi seputar ISO dan informasi penting lainnya.

Riba ada empat macam, yaitu:

1. Riba Fadhli

Yaitu tukar menukar dua barang yang sejenis dengan tidak sama ukurannya, dan itu disnyaratkan oleh orang yang menukarkan. Contoh: menjual 5 kg beras dengan 6 kg beras.

2. Riba Qardhi

Yaitu memberikan pinjaman kepada orang lain dengan ada persyaratan dari orang yang meminjam, bahwa saat mengembalikan pinjaman itu harus ada tambahan atau keuntungannya. Contoh: Si A meminjam uang kepada si B sebesar Rp. 1000 dengan syarat bahwa si A harus mengembalikan hutang kepada si B sebesar Rp. 1100 (dilebihkan)

3. Riba Yad

Yaitu antara kedua belah pihak (penjual dan pembeli) berpisah dari tempat aqad jual beli sebelum serah terima barang.

Contoh : Si A membeli barang dari si B. Sebelum si A menerima barang yang dibeli dari si B, antara keduanya sudah berpisah sebelum serah terima dilakukan.

4. Riba Nasi’ah

Yaitu melambatkan pembayaran dari waktu yang semestinya, dengan menambahkan bayaran, nanti apabila terlambat lagi ditambah pula terus menerus, tiap keterlambatan wajib ditambah lagi.

Contoh: Si A hutang uang 1000 kepada si B. Kalau si A tidak bisa membayar hutang pada waktu yang telah ditentukan maka hutang itu akan ditambahkan Rp. 100 untuk satu bulan keterlambatan. Jadi, kalau si A terlambat membayar hutang selama beberapa bulan tinggal ditambahkan terus menerus, sehingga hutang yang asalnya Rp. 1000 bertambah besar jumlahnya kalau belum bisa melunasinya.

Demikian berbagi kali ini, tunggu sharing berikutnya mengenai syarat menghindari riba. Kita sama sama berdoa ya… semoga kita semuanya menjadi orang yang Sukses di mata Allah. Amiin. Terima kasih.

sumber: Menggapai rizqi dengan berbisnis ala islami, oleh ust. Husnul Albab

Riba

Terima kasih anda telah mengunjungi blog ini, silahkan klik

www.batikjawabarat.com

untuk melihat koleksi batik kami, sedang ada program discount 30% menjelang akhir tahun. Atau klik slidepresentasi untuk mendalami informasi seputar ISO dan informasi penting lainnya.

Kali ini saya ingin berbagi informasi seputar riba. Semoga artikel ini bermanfaat. Riba adalah suatu aqad yang terjadi dalam tukar menukar barang-barang tertentu yang tidak diketahui sama atau tidaknya menurut aturan, sehingga barang tersebut bisa bertambah atau lebih, atau dalam tukar menukar itu disyaratkan terlambat menerima salah satu dari dua barang.

Hukum riba adalah haram. Islam sangat membenci perbuatan riba dan Islam menganjurkan kepada umatnya agar dalam mencari rizqi hendaklah menempuh dengan cara yang halal seperti jual beli dan lain sebagainya.

 

 

Stress tampaknya kini telah menjadi teman yang begitu akrab dalam keseharian kehidupan kita. Ada banyak hal yang bisa menyebabkan kita tergelincir dalam kondisi stress. Mungkin lantaran beban kerja yang terus menumpuk, dan rasanya ndak pernah kunjung usai. Sudah begitu mungkin kita mesti menghadapi lingkungan kerja kantor yang tak kunjung bisa menentramkan hati.

Kita mungkin juga bisa stress lantaran kondisi keuangan keluarga yang terus terhimpit (aduh gaji ndak naik-naik, sementara ongkos hidup terus meliuk-liuk). Atau juga lantara bisnis kita stagnan, dan dagangan ndak laku sementara modal kerja sudah makin menipis. Ringkasnya, begitu banyak hal yang barangkali bisa membikin kita stress dan kepala pening nyut-nyutan.

Jangan cemas, teman. Dari sejumlah wacana mengenai stress management, terdapat sejumlah siasat dan tema yang bisa kita pahami untuk bisa mengelola stress dengan ampuh. Disini kita hendak mengungkap mengenai tiga elemen kunci yang amat berpengaruh terhadap derajat kekuatan mental kita dalam menahan tekanan hidup yang datang silih berganti.

Aspek yang pertama adalah your PERCEPTION. Pada akhirnya stress sungguh amat tergantung pada persepsi dan cara pandang kita menatap fakta hidup di sekeliling kita. Dua orang mungkin bisa menemui masalah yang persis serupa, namun persepsi dua orang itu atas masalah itu bisa berbeda sama sekali. Disini terkuak bahwa individu yang cenderung memiliki persepsi atau pola pikir yang negatif (atau selalu menatap sebuah problem dari kacamata yang penuh dengan pesismisme dan “buram”) cenderung akan mudah tergelincir dalam genangan stress yang meruap-ruap.

Sebaliknya, individu yang selalu dibekali dengan positive mindset, yang selalu bisa melihat setitik asa dibalik segunung dilema, cenderung tidak mudah terkena stress. Persepsi mereka atas sebuah masalah selalu berfokus pada solusi dan berorientasi masa depan; dan ini membuat mereka senantiasa bisa mengelak dari beban stress yang berkepanjangan. Lalu bagaimana cara membangun persepsi yang positif? Anda bisa menemukan jawabannya disini.

Aspek yang kedua adalah your LOCUS of CONTROL. Individu dengan dengan “internal locus of control” percaya bahwa mereka paling bertanggungjawab dalam mengendalikan nasib mereka – bukan pihak/orang lain. Sebaliknya, individu dengan “external locus of control” percaya bahwa nasib mereka lebih ditentukan dan dikendalikan oleh kekuatan dari luar; oleh bos mereka, atau oleh “manajemen perusahaan”, atau oleh “kebijakan pemerintah” (duh).

Dari sejumlah penyelidikan, terbukti bahwa orang yang memiliki external locus of control cenderung mudah “menyerah” pada tekanan hidup; mentalnya rapuh, pasif, serta jarang memiliki kegigihan untuk memperbaiki jalan kehidupannya. Orang seperti ini biasanya gampang terkena stress. Sebaliknya, orang yang memiliki internal locus of control cenderung memiliki keyakinan kuat pada dirinya sendiri, dan tidak mudah tergelincir dalam stress.

Aspek terakhir dan paling penting dalam menjaga ketenangan hati adalah your SPIRITUALITY LEVEL. Kapan terakhir kali Anda bangun ditengah malam untuk merajut sebuah perjumpaan yang intens dengan Sang Kekasih Hati; dan kemudian tenggelam dalam rintihan doa yang menghanyutkan? Kapan terakhir kali Anda bangun di keheningan fajar, membasuh muka, dan lalu berjalan menuju Mesjid untuk menegakkan sholat Subuh berjamaah?

Individu yang selalu mendedahkan raga dan batinnya dengan Sang Pencipta tentu saja akan selalu dibasuh oleh jalan hidup yang menentramkan. Aura ketenangan hati selalu menyeruak, dan stress barangkali akan sukar hinggap didalamnya.

Sebaliknya, individu yang kian jauh dengan Sang Pencipta, yang berbondong ke Mesjid hanya seminggu sekali, yang pergi ke Gereja hanya setahun sekali, atau yang tidak pernah bersembahyang secara khusuk dalam keheningan Pagoda dan Kuil, cenderung akan mudah tergelincir dalam kegelisahan hati yang berkelindan. Disini ketenangan hidup yang hakiki nyaris tak pernah kunjung tergenggam.

Demikianlah tiga tema kunci yang mungkin perlu kita pahami dalam proses meraih hidup yang bebas dari kegelisahan dan kegundahan hati. Persepsi yang positif dan raca percaya diri untuk terus berikhitar mengendalikan jalan hidup adalah dua tindakan esensial yang perlu dilakoni. Dan kemudian genapkan semuanya dengan terus merajut perbincangan yang intim dengan Sang Kekasih Hati.

Dari situlah kita barangkali akan terus bisa singgah dalam jalan kehidupan yang penuh makna dan sungguh menentramkan.

 

Sumber: Strategimanajemen by Yodhia Antariksa

Terima kasih anda telah mengunjungi blog ini, silahkan klik

www.batikjawabarat.com

untuk melihat koleksi batik kami, atau klik slidepresentasi untuk mendalami informasi seputar ISO dan informasi penting lainnya.

Hem Batik Bola MU 019

Rp. 54.500

Khusus para wanita yang gemar dengan koleksi tas Louis Vuitton, atau para suami yang ingin mewujudkan perhatian cintanya kepada istri tersayang silahkan klik  www.galerilv.wordpress.com.

Pindah kuadran adalah sebuah istilah yang menjadi sangat populer lantaran buku best seller bertajuk Rich Dad, Poor Dad karangan Robert T. Kiyosaki. Isitilah ini merujuk pada perpindahan dari kuadran seorang pekerja (employee) bergerak menuju kuadran business owner atau entrepreneuer. Dari seseorang yang tiap bulan menerima gaji secara konstan, bergerak menjadi manusia mandiri yang create their own wealth.

Pilihan menjadi entrepreneur kini tampaknya memang tengah digandrungi banyak orang; dan ini tentu saja merupakan sebuah hal yang layak disukuri. Sebab seperti yang pernah saya tulis disini, negeri tercinta ini masih sangat membutuhkan barisan manusia mandiri yang berani mengambil resiko menjadi wirausahawan/wati. Sebuah keberanian untuk meretas jalan panjang demi meraih apa yang acap disebut sebagai financial freedom.

Pertanyaannya adalah : jika kita sudah terlanjur menjadi pekerja kantoran (employee) dan mungkin kini tengah menikmati sebuah comfort zone, apa yang mesti harus dilakukan untuk pindah kuadran? Dan kapan sebaiknya pindah kuadran? Tak ada jawaban baku disini, sebab seperti kata pepatah “ada banyak jalan menuju Roma”. Demikian pula, mungkin ada seribu jalan untuk melakoni proses perpindahan kuadran. Namun disini, saya hendak mendedahkan sejumlah catatan yang mungkin layak digenggam.

Catatan yang pertama adalah ini: kalaulah kelak Anda ingin menyodorkan resignation letter dan bertekad bulat full time menjalani wirausaha, pastikan bahwa probalilitas keberhasilan bisnis/usaha yang akan Anda tekuni itu setidaknya berada pada kisaran angka 70 %. Aturan inilah yang dulu saya terapkan ketika pada tahun 2004, saya memutuskan pindah kuadran, dan secara full time menekuni usaha secara mandiri. Saya akhirnya berani mengambil keputusan itu, setelah berdasar analisa yang saya lakukan, saya berkeyakinan bahwa usaha yang akan saya tekuni ini memiliki probabilitas 70 % akan berhasil (dan sejauh ini, alhamdulilah, estimasi itu tidak meleset).

Pertanyaan berikutnya : dari mana angka 70 % diperoleh? Ya tentu saja berdasar analisa atas potensi pasar. Ini bisa dilakukan dengan cara observasi, survei secara sederhana, ataupun berdasar kisah kegagalan/keberhasilan serta pengalaman dari para pelaku bisnis di bidang yang akan Anda tekuni. Angka itu juga mesti memperhatikan kapabilitas internal Anda dalam menjalani usaha yang akan ditekuni.

Namun pada akhirnya, semua juga terpulang pada your personal judgement. Kalau Anda bermental penakut, meskipun secara rasional hasil analisa menunjukkan bahwa 70 % usaha ini akan berhasil, namun mungkin hati kecil Anda akan selalu bilang “rasanya peluang bisnis ini untuk berhasil kok cuman 20 % saja….”. Wah, kalo begini mindset sampeyan, ya ndak jalan-jalan. Kalu begini, berarti mindset Anda yang perlu direparasi (silakan baca tulisan INI untuk merefresh mindet Anda).

Catatan yang kedua adalah ini : kalaulah Anda belum berani full time pindah kuadran, maka tentu saja Anda bisa menjalani apa yang saya sebut sebagai “double kuadran”. Bekerja di kantor tetap dilakoni, namun perlahan-lahan mulai merintis bisnis secara mandiri. Kelak kalau roda bisnis itu ternyata bisa memberikan income yang memadai, baru kemudian mengajukan pengunduran diri dari kantor. Model semacam ini menjanjikan rute yang lebih aman, dan sudah banyak kisah keberhasilan yang tersaji melalui rute double kuadran ini. Melalui smart management atau juga melalui pengaturan waktu yang tepat, pilihan model ini rasanya sangat layak untuk dicoba.

Pertanyaan terakhir : lalu apa dong kira-kira bisnis yang harus saya lakukan? Nah ini pertanyaan yang mudah dijawab. Silakan saja datang ke toko buku Gramedia (yang ada di Matraman, Jakarta merupakan the best choice) atau toko buku terdekat di kota Anda. Disitu Anda akan segera melihat puluhan atau mungkin ratusan buku tentang beragam peluang bisnis : mulai dari kiat bisnis waralaba, peluang bisnis baju koko, bisnis rumah makan mak nyus, bisnis jualan obat, bisnis secara online, bisnis jualan air isi ulang, bisnis properti…….semua ada, tinggal dipilih-pilih mana yang paling cocok menurut Anda.

Akhir kata, selamat mencoba dan berjuang menjadi juragan. Yang penting jangan terlalu banyak dipikir-pikir. Just do it now. Take action. Dan biarkan waktu yang menilai apakah kita akan berhasil, atau masih harus terus berjuang. Goodluck, my friends.

 

Sumber : strategimanajemen (Yodhia Antariksa)

 

Silahkan mampir di sini atau di sini